Thursday, October 26, 2017

Kau punya kata lain selain jarak?

2

Kau tahu tidak, kenapa aku ingin menjadi seseorang yang berarti di hidupmu?
Mengapa aku kadang semenah - menah bicara kepadamu?
Mengapa aku bodoh dengan perasaanku terhadapmu?

Aku pernah menceritakan semua kegelisahan pada seseorang, percaya sepenuhnya pada seseorang.
Awalnya manusia yang punya hati itu lebih memikirkan perasaannya sendiri.
Tidak ada hal aneh dari kedatangan yang ku sebut sebagai seseorang, yang sangat berarti.
Aku menyampaikan kekeliruan dengan cara lain seperti angin yang selalu berkeliaran.

Berbagai percakapan dikepalaku hadir. Dinginnya malam menghipnotis ragaku untuk mencari sisa - sisa peluk yang tertinggal disela tenggelamnya kau menjadi malam. Rasanya seperti melampiaskan rindu yang mulai samar-samar, mengukurnya agar tidak cepat habis.

Sekarang aku paham mengapa angin tak punya suara, ia tak punya lisan tapi memiliki prosa di tiap hembusan. Dia berkaitan dengan rasa, menyampaikan tiap-tiap cerita yang hanya bisa berumpama. Ketukan kelopak mata selalu menerka-nerka sedalam apa ia menyukainya.

Tapi tunggu!
Ini bagian yang selalu membuatku cemburu.
Berhari hari kau mengukur jarak agar tak lagi tahu perihal kabar.

Yah, Jarak.
Aku membenci jarak, ia menutup dua bola mataku. Ia berhasil membuatku memupuk rindu.
Karena jarak, kekhawatiranku semakin menjadi. Seolah alasan dunia baru sibuk mengalihkan perhatianmu tentangku. Jarak jugalah yang membuat kita acuh tak acuh.
Karena jarak aku menjadikanmu alasan untuk tetap cemas. Aku cemas kau akan mulai mengganggap dirimu seperti orang lain, seperti tak pernah ada orang yang menunggumu disini.

Seharusnya aku tak perlu bersikeras mendapatkanmu kalau jauh didasar pemikiranmu sedang tak ada aku? Biar saja hari - hari yang terus berganti melepas jarak yang sudah tak bisa di ajak kompromi.
Selama kau masih bicara perihal kita, aku masih bisa menahan rindu untuk tidak gegabah mengacaukannya. Saat semuanya redam, saat tak ada lagi cerita baru yang mencoba menenggelamkan bayanganku di fikiranmu. Aku akan tunggu, hingga tak ada lagi jarak yang merenggangkan setiap pertemuan.














2 comments:

  1. Tetaplah menjadi dirimu sendiri. To be you, not to be other people. Saranghaeyo❤

    ReplyDelete