Barangkali itu salah satu sebab. Mengapa
tuhan mengirim hatimu yang jatuh kedasar laut yang paling dalam, kenapa ada dasar
yang paling dalam, diatas permukaan yang paling dangkal. Kenapa ada warna biru
itu begitu dalam, sedangkan nampaknya hijau itu yang paling atas. Kenapa ada
hati yang jauh tetapi ketakutan untuk menatap rindu itu jadi tabu. Sebab
terkadang jatuh cinta itu tak semudah kau mengira. Ia bertahan tanpa tak pernah
ingin pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada, bahkan kepada
seseorang yang menganggap jarak kita adalah jala.
Kalau setiap harapan kita selalu berjalan
sesuai rencana,kita tak pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan, kalau
setiap cerita hidup selalu indah hati ini tak akan pernah dekat dengan rasa
sabar dan ikhlas, dan kalau doa langsung dijawab kita tak akan pernah berusaha
keras merasakan manisnya keberhasilan setelah berjuang.
Aku lebih suka kesunyian denganmu, dari pada
hingar bingar sendiri, yang mungkin kau tahu aku tak selalu sendiri. Aku lebih
suka tak bercakap sepatah katapun mentap matamu, dari pada memandang ombak itu
terus menarik ulur udara didekatku.
Namun aku selalu ingin kau bicara padaku,
jika saja diam membuatmu menyimpan sesuatu yang pelan-pelan menghanguskan kita.
Aku selalu suka melakukan atau tak melakukan apa-apa asal mereka memberi waktu
untuk selalu denganmu.
Ada kalanya aku bingung dan tak tahu harus
meminta apa. Aku hanya tahu bahwa aku merindukan saat-saat bersamamu. Gundah
ini terlalu tabu untuk dilumat, namun ia tak pernah berhenti untuk datang
mengusik. Dan jika pada akhirnya kau berkata lain dengan apa yang kau opini
kan, aku selalu percaya, bahwa tuhan lebih tahu jawaban yang aku butuhkan.
0 komentar:
Post a Comment