Saturday, September 12, 2015

SEBAB KAU BUKAN SEKEDAR OMBAK

0

Barangkali itu salah satu sebab. Mengapa tuhan mengirim hatimu yang jatuh kedasar laut yang paling dalam, kenapa ada dasar yang paling dalam, diatas permukaan yang paling dangkal. Kenapa ada warna biru itu begitu dalam, sedangkan nampaknya hijau itu yang paling atas. Kenapa ada hati yang jauh tetapi ketakutan untuk menatap rindu itu jadi tabu. Sebab terkadang jatuh cinta itu tak semudah kau mengira. Ia bertahan tanpa tak pernah ingin pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada, bahkan kepada seseorang yang menganggap jarak kita adalah jala.

Kalau setiap harapan kita selalu berjalan sesuai rencana,kita tak pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan, kalau setiap cerita hidup selalu indah hati ini tak akan pernah dekat dengan rasa sabar dan ikhlas, dan kalau doa langsung dijawab kita tak akan pernah berusaha keras merasakan manisnya keberhasilan setelah berjuang.

Aku lebih suka kesunyian denganmu, dari pada hingar bingar sendiri, yang mungkin kau tahu aku tak selalu sendiri. Aku lebih suka tak bercakap sepatah katapun mentap matamu, dari pada memandang ombak itu terus menarik ulur udara didekatku.
Namun aku selalu ingin kau bicara padaku, jika saja diam membuatmu menyimpan sesuatu yang pelan-pelan menghanguskan kita. Aku selalu suka melakukan atau tak melakukan apa-apa asal mereka memberi waktu untuk selalu denganmu.


Ada kalanya aku bingung dan tak tahu harus meminta apa. Aku hanya tahu bahwa aku merindukan saat-saat bersamamu. Gundah ini terlalu tabu untuk dilumat, namun ia tak pernah berhenti untuk datang mengusik. Dan jika pada akhirnya kau berkata lain dengan apa yang kau opini kan, aku selalu percaya, bahwa tuhan lebih tahu jawaban yang aku butuhkan.

0 komentar:

Post a Comment