Tuesday, August 11, 2015

Pada akhirnya kau memilih diam

0

Jika saja kau ingat, ucapmu selalu membuatku ingin ada disampingmu saat ini juga. Kau bilang, “tak akan pernah membuang waktu untuk hanya diam jika aku yang memintamu bicara”. Ah, mungkin kau hanya lupa.

Kau boleh saja mengabaikanku, memilih menyimpan rasa dalam hatimu diam – diam. Sekejap, menjadi dingin saat panas masih saja menyengat dengan hebatnya.
Phuuh, lama tak melihatmu, lama tak bersamamu, suaramu bahkan tak ku dengar.
aku mencari, mencari - cari kemana jejak yang mungkin kau tinggalkan. Jejak yang menyuruhku menemuimu, karna di dekatmu aku utuh. Karna dengan mu hatiku menyatu, karenamu semuanya indah.

Saat ini, kita tak saling sapa, bahkan pagi pun tak tahu apa kabar denganmu? Hay, “Selamat Pagi”.
Pada akhirnya kau memilih diam. Kau memilih untuk tetap menjadi kau yang tak pernah ku tahu sebelumnya. Kau tak harus tersenyum, pandangi saja semua kisah yang pernah ada di antara kita. Membuat kau hidup seperti mana kau pernah bercerita. Cerita mu indah, seindah kau  melihat senja bersama warna cinta di dalamnya. Tenanglah, kau akan menatap mimpi yang ada di depan mata.
Meski kau tak bersuara. Aku pernah tulus walau semuanya tak lagi ku rasa.

Meski begitu……
Lalu, kembalikan  hati yang sempat kau curi ini. Jangan kau bekukan dalam ceritamu yang tak lagi ingin merindukanku. Jangan kau biarkan dada ini sesak dalam lamun yang tak pernah habis dimakan waktu mengingatmu. Jika saja kau biarkan waktu yang masih mampu ku temui bersamamu. Aku bisikan lewat telingamu, aku merindukanmu. 

0 komentar:

Post a Comment