Jika saja kau ingat, ucapmu selalu membuatku ingin ada
disampingmu saat ini juga. Kau bilang, “tak akan pernah membuang waktu untuk
hanya diam jika aku yang memintamu bicara”. Ah, mungkin kau hanya lupa.
Kau boleh saja mengabaikanku, memilih menyimpan rasa
dalam hatimu diam – diam. Sekejap, menjadi dingin saat panas masih saja
menyengat dengan hebatnya.
Phuuh, lama tak melihatmu, lama tak bersamamu, suaramu bahkan tak ku dengar.
aku mencari, mencari - cari kemana jejak yang mungkin kau tinggalkan. Jejak yang menyuruhku menemuimu, karna di dekatmu aku utuh. Karna dengan mu hatiku menyatu, karenamu semuanya indah.
Phuuh, lama tak melihatmu, lama tak bersamamu, suaramu bahkan tak ku dengar.
aku mencari, mencari - cari kemana jejak yang mungkin kau tinggalkan. Jejak yang menyuruhku menemuimu, karna di dekatmu aku utuh. Karna dengan mu hatiku menyatu, karenamu semuanya indah.
Saat ini, kita tak saling sapa, bahkan pagi pun tak
tahu apa kabar denganmu? Hay, “Selamat Pagi”.
Pada akhirnya kau memilih diam. Kau memilih untuk
tetap menjadi kau yang tak pernah ku tahu sebelumnya. Kau tak harus tersenyum,
pandangi saja semua kisah yang pernah ada di antara kita. Membuat kau hidup
seperti mana kau pernah bercerita. Cerita mu indah, seindah kau melihat senja bersama warna cinta di
dalamnya. Tenanglah, kau akan menatap mimpi yang ada di depan mata.
Meski kau tak bersuara. Aku pernah tulus walau
semuanya tak lagi ku rasa.
Meski begitu……
Lalu, kembalikan
hati yang sempat kau curi ini. Jangan kau bekukan dalam ceritamu yang
tak lagi ingin merindukanku. Jangan kau biarkan dada ini sesak dalam lamun yang
tak pernah habis dimakan waktu mengingatmu. Jika saja kau biarkan waktu yang
masih mampu ku temui bersamamu. Aku bisikan lewat telingamu, aku merindukanmu.
0 komentar:
Post a Comment