Beri aku
waktu untuk memahamimu, untuk mengerti kamu. Agar apa-apa yang telah kita
jalani tak berakhir sia-sia. Aku hanya belum sepenuhnya menerjemahi apa saja
yang kamu ingini. Hal-hal yang terkadang seringkali membuat aku salah dan kita
salah paham. Sesungguhnya aku tidak ingin kau sedih.
Tak ada sedikitpun niat hati untuk menyudahi
semua yang kita perjuangkan menjadi sia-sia. Aku ingin kita tetap menjadi kita.
Dua orang yang terus belajar saling memahami dan memilih untuk bertahan tanpa
ingin pergi.
Kita adalah lembar-lembar kisah
yang tak terduga, semula aku tak pernah membayangkan menjadi wanita yang
kembali sepenuh hati memenuhi hatimu.
Setelah sekian lama, setelah
bertahun-tahun saling kenal namun tak pernah saling sapa, cinta jatuh dihatimu,
melebur bersama detak jantungku, serirama sepakat saling menyapa.
Selalu, sepanjang waktu berlalu
dialiran nadiku. Hanya satu yang ku cinta di sisa-sisa nafasku. Kelak tubuh ini
akan menua, jatuh cinta bisa saja beresiko luka, namun yakinlah pada cinta yang
tumbuh sepenuh tubuh seutuh tabah. Denganmu saja ingin ku tuliskan cerita
tentang kita.
Dan kau laki-laki yang begitu
hati-hati menjaga hati. Aku tahu benar bagaimana kau menjaga hati untuk tak
sembarang hati. Aku paham, jika salah satu hal yang membahagiakan adalah ketika
kau mampu mensucikan cinta menjadi kekal dalam hidupmu.
Tak usah khawatir jika aku bukan
jiwa yang dipilihkan-Nya untukmu. Karena yang terbaik untukmu akan datang
dengan sendirinya saat kau tahu cintamu tak pernah bisa berlabuh kepada hati
yang ingin kau tempati selamanya.
Tak usah memaksakan semua itu menjadi takdir
yang di gariskan sebenarnya. Karena pasti yang suci akan lebih bahagia dari
semua rencana yang kau rangkai lebih dari yang kau rencanakan bersamanya
(jodohmu). Semoga aku benar sebuah jodoh untukmu.
0 komentar:
Post a Comment