Kau tawarkan
genggaman. Mengobati luka di jiwa. Assalamaualaikum cinta, begitu banyak makna
dibalik namamu. Tak sedikit jiwa yang mengatas namakan namamu sebagai drama
kehidupan. Dari tempat yang jauh, menelusuri waktu, kau datang penuhi takdirmu.
Tak pernah
menyerah memberi warna. Selalu ada di dalam sanubari, tak jauh ialah di dalam
jiwa yang ku jaga. Aku menanti saat itu, saat bahagia kita nanti bersama dunia
dan alamnya. Kelak mereka akan menjadi saksi hidup yang terus ku kenang dalam
darahku dan darah untuk seseorang yang juga hadir di antara kita.
Kau penghias
mimpi. Hadir memenuhi takdir dalam mimpi. Mimpi buruk, bahkan tak akan merasa takut
ketika kau sengaja datang untuk sekedar menyapa. Kau tahu, aku memang bodoh,
aku memang ceroboh, aku memang malas, aku memang rentan melakukan kesalahan
fatal, tapi kelak aku mencintai satu laki – laki untuk selamanya.
Biarkan
saja, kau terus menjadi bayang dalam mimpiku. Senyata aku melihat sinar pagi
saat membuka mata. Saat itu aku selalu merasa bahagia dan berterimakasih kepada
sang pencipta, ia masih memberiku hari demi hari untuk setia menanti hari itu.
Biarkan tetap terjaga pada waktu dan jam yang sama disetiap harinya. Biarkan
alam melihat senyum manisku saat dia hadir. Sampai aku akan merangkulmu erat
saat tiba kau tak lagi menjadi mimpi, namun hadir disampingku bersama sinar
pagi setiap hari.
0 komentar:
Post a Comment