Thursday, June 11, 2015

Penghias Mimpi

0

Kau tawarkan genggaman. Mengobati luka di jiwa. Assalamaualaikum cinta, begitu banyak makna dibalik namamu. Tak sedikit jiwa yang mengatas namakan namamu sebagai drama kehidupan. Dari tempat yang jauh, menelusuri waktu, kau datang penuhi takdirmu.

Tak pernah menyerah memberi warna. Selalu ada di dalam sanubari, tak jauh ialah di dalam jiwa yang ku jaga. Aku menanti saat itu, saat bahagia kita nanti bersama dunia dan alamnya. Kelak mereka akan menjadi saksi hidup yang terus ku kenang dalam darahku dan darah untuk seseorang yang juga hadir di antara kita.

Kau penghias mimpi. Hadir memenuhi takdir dalam mimpi. Mimpi buruk, bahkan tak akan merasa takut ketika kau sengaja datang untuk sekedar menyapa. Kau tahu, aku memang bodoh, aku memang ceroboh, aku memang malas, aku memang rentan melakukan kesalahan fatal, tapi kelak aku mencintai satu laki – laki untuk selamanya.


Biarkan saja, kau terus menjadi bayang dalam mimpiku. Senyata aku melihat sinar pagi saat membuka mata. Saat itu aku selalu merasa bahagia dan berterimakasih kepada sang pencipta, ia masih memberiku hari demi hari untuk setia menanti hari itu. Biarkan tetap terjaga pada waktu dan jam yang sama disetiap harinya. Biarkan alam melihat senyum manisku saat dia hadir. Sampai aku akan merangkulmu erat saat tiba kau tak lagi menjadi mimpi, namun hadir disampingku bersama sinar pagi setiap hari.

0 komentar:

Post a Comment