Thursday, May 28, 2015

Puisi untukmu

0

Kepada kamu yang perlahan membuatku jatuh hati, kepada kamu yang perlahan membenarkan kenyataan itu bisa ku lihat, senyata desah nafasmu yang selalu terdengar di telingaku. Mungkin saja esok kita akan mulai merasa lelah dengan semua yang perlahan tak tersentuh. bisa jadi kau bertemu dengan orang baru di sekelilingmu yang memegang tanganmu, atau aku yang tiba - tiba bertemu dengan seseorang yang berbeda darimu. kita bisa saja ada di fase seperti itu.  berada pada titik ingin merasakan hal baru, nafas baru, bahkan dunia baru. Ingin menjalani sesuatu yang baru yang terlihat lebih seru.

Namun, pahamilah, saat sudah memilih jatuh hati kita sudah meniatkan berhenti untuk mencari. Ingat bagaimana hati terus mencari, hati tak berhenti menghakimi diri sendiri saat jenuh terkadang menghampiri. Lalu, saat aku dihadapkan dengan hal yang baru yang menguji rasa di dadaku saat tak bersamamu. Akankah aku harus berhenti bermimpi, ataukah kau akan menyerah begitu saja? bukankah kita selalu percaya, dunia terbuka lebar untuk selau bisa kau datangi dan dimanapun kau akan pergi.

Mendekatlah untuk mendekapku, erat. Kuatkan ambisi yang aku punya saat kau perlahan melepas pelukmu. Kita rekatkan perasaan yang mulai dingin. Sebab, kita sudah saling memilih untuk bersama dan mengirakan waktu yang akan berakhir bahagia. Kau menjadi pengisi hari - hariku dengan begitu banyak cerita. Hal hal yang tak pernah ingin kau lepas dari apa saja yang ingin kau hadapi. Senag dan sedihmu, bahagia dan tawamu.

Semoga kau adalah salah satu lelaki yang mengerti, bahwa dengan tetap bertahan sesulit apapun hatimu terluka kau akan mampu melewatinya dan akan bahagia bersamaku. Namun aku tak akan menyesali yang terjadi, sebab bersamamu hal sederhanapun bisa membuat hati ini tersenyum. Jangan berniat pergi jauh. Kita adalah dua orang yang sama - sama melawan rayuan, sama - sama menembus awan. Bukan kau saja yang sedang memperjuangkan. Akupun juga berusaha mengabaikan jalanan terjal yang menghalangiku melangkah ke arahmu. Perasaan yang mungkin saja membuatku melepaskanmu jika tersandung karenanya. Namun aku tidak memilih membiarkannya hidup berlama - lama dalam kepalaku, sebab aku selalu berusaha mendaki bersamamu dan memilih terus memegang tanganmu.

0 komentar:

Post a Comment