Terimakasih untuk satu hari lagi
yang kau beri. Aku dengan begitu leluasa dapat menghirup udara sejukmu di pagi
ini. Atas kuasamu yang masih memberikan ku begitu banyak keindahan dunia yang
masih dapat ku lihat dengan mata indah ini. Seperti layaknya sebuah hati yang
selalu berharap bahagia.
Dengan
rangkaian takdir yang allah berikan. Menulis, karenanya menjadi penambah bekal
sebagai amal kebaikan yang coba ku tulis dalam kebaikan, dan amal jariyah,
tambahan kebaikan jika sewaktu – waktu akan menghadap – Nya.
Cinta
memang rahmat – Nya (Allah) yang
paling besar bagi manusia. Ketika kita mau sungguh – sungguh merasakannya, dia
menjadi energi hidup yang luar biasa. Cinta memang tidak bisa merubah dunia,
tapi bukan berarti dunia bisa merubahku menjadi sesuatu yang buruk dan tiba –
tiba menemukan jalan buntu saat aku tak melihat cahaya ada di hari – hariku.
Apa yang di anggap sederhana seringkali
meiliki makna yang tidak sederhana. Tersenyum misalnya. Bagi sebagian manusia,
senyum adalah hal biasa sebagai sesuatu yang bisa saja. Namun bagiku, senyum
itu adalah obat dari segala rasa. Mampu mengobati semua duka, bahkan saat aku kecewa karna mimpi. Karena dengan tersenyum satu beban masalah
dalam hidup akan terasa lebih ringan.
Ada filosofi
dalam yang tercampur di setiap senyum. Melihat senyum tidak akan lagi biasa
jika kita memakai keilhklasan didalamnya. Tidak akan lagi suram ketika cahaya
hati meneranginya. Mata akan bermakna saat bibir tak mampu bicara.
Aku bermimpi
menuliskan buku cerita pertamaku sejak kamu terus menjadi dan memberi semangat
setiap hari. Merasa mimpiku semakin dekat, hari ini aku juga bermimpi, bermimpi
selamanya bisa menulis cerita, tentang kita, aku bermimpi bisa berbagi dunia
itu bersama perjalananmu. Karna bersamamu, aku tidak takut, tidak takut lagi
untuk menjadi pemimpi. Karena hanya dengan mu segala sesuatu itu ada. Karena
dengan alam mu aku merasa bebas, bebas untuk menempatkan hatiku dalam jiwamu.
Perlahan
menata hati, ku biarkan rasa ini mengalir sendiri, kemana arah angin akan
kembali dan memberiku satu janji dimana aku akan hidup bersama cahaya-Nya di
jalan Mentari. “Assalamualaikum pagi,
terima kasih untuk satu hari lagi di setiap satu hari yang terus ku sambut di setiap
pagi”.
0 komentar:
Post a Comment