Seberapa kuat aku meginginkanmu, tetap saja waktu tidak bisa mengizinkan temu yang telah lama aku tunggu. Aku tak pernah beruntung untuk hal - hal yang memang tidak di takdirkan untukku.
Kita tidak pernah bisa untuk bersama, sekalipun mencoba dengan keras mempertemukan waktu untuk berdekatan. Banyak halangan dan perbedaan di antara kita, maka itu kau memang tidak bisa di dekatkan denganku. walau bagaimana caranya, kalau memang keyakinan itu ada dari awal, maka semuanya tak akan jadi halangan.
Semesta memang punya caranya sendiri, memiliki alasan kuat untuk cerita di antara kita. Dia tahu mana yang terbaik untuk hatimu maupun hatiku.
Bahkan aku masih ingat bagaimana kita pertama kali di hadirkan dalam sebuah percakapan, saling bertukar kabar, saling mengirim pesan sekedar bertanya bagaimana perasaanmu hari ini. Rasanya menyesakkan. Sebab, denganmu sedih dan tawaku tumpah begitu saja, cerita - cerita yang menjadi rahasiaku bisa kau dengar. Hal paling burukpun sukarela ku ceritakan.
Mungkin hanya aku saja yang begitu. Karna beberapa tahun lalu, saat awal kita kenal kau sudah menjelaskan bagaimana kamu dan kehidupanmu, hanya itu saja yang melekat di ingatanku. Foto yang pernah kau perlihatkan denganku pun semua itu aku ingat jelas, wajahmu. Tapi untuk bertemu denganmu itu hanyalah sebuah mimpi, yang entah kapan akhirnya akan hilang.
Aku di haruskan bersikap biasa saja sementara hatiku selalu merindukan ragamu. Jika memang kita di takdirkan bersama maka akan menemukan banyak cara untuk bersatu. Jika tidak, anggap saja kisah kita sebagai sepenggal cerita yang tidak bisa di terbitkan dalam buku apapun.
Terserah bagaimana bagimu. Kamu memang selalu punya cerita mu sendiri, yang sekarang tidak pernah ku tahu lagi.
0 komentar:
Post a Comment