Sebut saja mawar sebagai
nama yang paling indah, seindah rupa yang menempel di tangkai. Mampu bertahan
beberapa hari saja, tapi ia memberikan keindahannya untuk dunia, menebarkan
keharuman kepada siapa saja yang berada di dekatnya. Ia tak akan layu selama
kesegarannya masih terus terpancar, udara serta tanah yang begitu kuat menjaga
keindahannya. Saat dunia melihat keindahan nya, mawar mempersembahkan
warna dan wangi terindah yang dia punya untuk kebahagiaan siapa saja yang
melihat dan mencium aroma dari kelopaknya. Namun mawar tak
mampu hidup dengan waktu yang lebih lama . Hidupnya singkat tapi bermanfaat.
Untuk mu yang jauh
disana. Aku tahu semua nya terasa tidak mungkin bahkan tidak semudah yang ku
bayangkan, namun ketahuilah, aku terus berjalan hingga perlahan berlari
mengikuti arah angin yang akan membawa ku sampai ke pelukanmu. Kau tak perlu
cerita, kau tak perlu mencari, kau cukup diam dan menikmati rindu yang semakin
dekat menjemputmu. Ku tulis ini, saat tersenyum, menunggu dirimu yang tak
bersalah, mengisi waktu ku yang memberi rasa, tak terlupakan. Tak mudah
ungkapkan dengan hati, saat senyum dan tangis menyatu, saat dunia mulai tak
ingin tersenyum, mawar tak lagi mewangi, saat semua
telah sirna nanti. Biarkan menjadi kenangan indah saja.
Ada belenggu yang
nampak di antara kita, ada begitu banyak cerita yang membiarkan jarak diantara
kita terpisah, ada begitu banyak cerita yang tak pernah sampai saat aku tak
bisa menatap mata. Kita hanya perlu tertawa, hingga merasakan bahagia itu
nyata. Jangan pernah pergi dari cerita yang telah kau tertulis di tanganmu,
saat kau mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan bunga mawar itu.
Saat kau mencoba mencium wangi yang terpancar dari bungan mawaritu.
Ingatlah aku tak pernah terpejam untuk melupakanmu. Meski hidup sesingkat bunga mawar,
setidaknya "aku pernah begitu bermanfaat didalam imajinasimu".
0 komentar:
Post a Comment