Dari seseorang
yang asing, ku menjelajahi hati yang semakin sepi tanpa kau disini. Hati yang
mulai berlari sendiri, tanpa tahu kemana arah hati menapakan kaki. Andai aku
adalah bulan, membias terangmu untuk malam malamku, sebab aku bukan bintang
yang bisa memancarkan sinarnya sendiri. Andai aku adalah matahari yang bisa
terbit sesuka hatiku, sekalipun saat kau sedang merasa tak ada siapapun saat
dikegelapan. Namun aku tak mampu menyinari terang mu dengan bias cahaya yang ku
punya.
Seseorang yang mulai membutuhkanmu, dimana hatiku akan ada untuk bersinar
terang. Akan ku temui dirimu jauh lebih bahagia saat kau merasa bahwa tak ada
hal yang paling indah dari sinar matahari sore. Bersamamu aku akan menjelajah
dunia, yang tak pernah ku kira bahwa alam telah membawa kita pada satu cinta
yang menyatu bersama cinta yang kekal di sepanjang alam semesta. Kau ibaratkan
puncak gunung tertinggi dari gunung yang pernah ku singgahi di dunia, aku
menapaki langkah demi langkah di jalanan yang terjal dan licin, melewati hutan
belantara yang dingin, dan menghirup udara yang seakan membuat dadaku sesak.
Aku melalui peta yang kau tujukan untuk sampai ke tempat, ke puncak yang paling
tinggi untuk melihat indahnya dunia bersamamu di atas sana, bersamamu, berdua
denganmu. Kita bertemu dengan tujuan yang sama, menikmati alam yang sama di tempat yang
sama.
0 komentar:
Post a Comment