Tuesday, April 14, 2015

Asing

0




Dari seseorang yang asing, ku menjelajahi hati yang semakin sepi tanpa kau disini. Hati yang mulai berlari sendiri, tanpa tahu kemana arah hati menapakan kaki. Andai aku adalah bulan, membias terangmu untuk malam malamku, sebab aku bukan bintang yang bisa memancarkan sinarnya sendiri. Andai aku adalah matahari yang bisa terbit sesuka hatiku, sekalipun saat kau sedang merasa tak ada siapapun saat dikegelapan. Namun aku tak mampu menyinari terang mu dengan bias cahaya yang ku punya.

Seseorang yang mulai membutuhkanmu, dimana hatiku akan ada untuk bersinar terang. Akan ku temui dirimu jauh lebih bahagia saat kau merasa bahwa tak ada hal yang paling indah dari sinar matahari sore. Bersamamu aku akan menjelajah dunia, yang tak pernah ku kira bahwa alam telah membawa kita pada satu cinta yang menyatu bersama cinta yang kekal di sepanjang alam semesta. Kau ibaratkan puncak gunung tertinggi dari gunung yang pernah ku singgahi di dunia, aku menapaki langkah demi langkah di jalanan yang terjal dan licin, melewati hutan belantara yang dingin, dan menghirup udara yang seakan membuat dadaku sesak. Aku melalui peta yang kau tujukan untuk sampai ke tempat, ke puncak yang paling tinggi untuk melihat indahnya dunia bersamamu di atas sana, bersamamu, berdua denganmu. Kita bertemu dengan tujuan yang sama, menikmati alam yang sama di tempat yang sama.

0 komentar:

Post a Comment