Monday, April 20, 2015

This Monday

0

Terik di lawan dengan butiran kristal bening yang turun perlahan membasahi permukaan tanah, begitupun ketidak peduliannmu hari ini kepadaku. sejak tadi aku hanya melihat putaran jarum jam yang terus berputar, sama dengan perasaan ku yang terus berputar setiap mengingatmu. Kau tek terlihat, embun pagipun tak sempat kabarkan semua ceritamu kepadaku. aku menunggu, hanya menunggu sebait rasa yang pernah kau nyanyikan lewat alunan lagu yang merdu. Mataku terpejam, merasakan darahku seolah mengalir begitu deras saat merindukan matamu yang indah. aku tahu, kau begitu bersemangat di luar sana, hingga kau melupakan rasa yang terus mencarimu di setiap detiknya.


0 komentar:

Post a Comment